Pattern of Amity and Enmity in Southeast Asia


Analisis/peta yang menggambarkan PA/E di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai kutubnya.

Amity adalah sebuah hubungan kerjasama yang bersifat pertemanan, yang didalamnya terdapat hubungan saling melindungi satu sama lain

Enmity adalah hubungan yang dibangun dari rasa curiga dan takut terhadap satu sama lain (yang menyebabkan negara – negara bermusuhan)

Hubungan antar negara di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai kutubnya

1.      Indonesia – Malaysia

Hubungan kedua negara ini adalah pattern of enmity. Ini didasarkan pada sejarah bahwa sejak awal terbentuknya Malaysia di tahun 1957, hubungan kedua negara sudah diwarnai konflik yang berkepanjangan, dan terjadi hingga hari ini. Rasa saling curiga antar negara masih bertahan hingga saat sekarang ini. Seiring dengan perkembangan perekonomiannya, Malaysia dinilai sebagai bangsa yang melecehkan dan menginjak – injak harga diri Indonesia, melalui klaim – klaim sepihak yang dilakukannya.

2.      Indonesia – Singapura

Pada awal hubungan kedua negara, pola yang terbentuk adalah pattern of enmity. Sejarah hubungan Indonesia – Singapura tak lepas dari sejarah hubungan Indonesia – Malaysia, karena dulunya Singapura adalah bagian dari wilayah Malaysia. Kerusuhan etnis yang terjadi disana saat pemisahan Singapura dari wilayah kedaulatan Malaysia, diduga didalangi oleh Indonesia. Dengan adanya prasangka ini, maka hubungan kedua negara dilandasi rasa saling curiga. Namun, seiring berjalannya waktu, pola yang terbentuk bergerak ke arah pattern of amity, dengan adanya kerjasama kondusif kedua negara, terutama di bidang ekonomi.

3.      Indonesia – Thailand

Pola hubungan yang terbentuk dari kedua negara adalah pattern of amity. Hubungan diplomatik kedua negara telah berlangsung selama kurun waktu 60 tahun, terutama dibidang kerjasama ekonomi. Thailand merupakan negara ASEAN yang menjadi investor ketiga terbesar di Indonesia setelah Malaysia dan Singapura. Thailand terutama sekali tergantung pada Indonesia dalam sektor perikanan. Walaupun sempat terjadi “gesekan – gesekan” dalam hubungan kedua negara, terutama terkait isu minoritas muslim di Thailand selatan, namun persoalan ini mampu diselesaikan dengan baik oleh kedua negara.

4.      Indonesia – Filipina

Hubungan yang terjalin antara kedua negara sudah lama, sejak awal Indonesia merdeka sebagai sebuah negara baru, tepatnya tertanggal 24 November 1949. Kerjasama yang terbentuk antara kedua negara mencakup berbagai bidang. Terutama di bidang ekonomi, yang ditunjukkan dengan meningkatnya volume perdagangan kedua negara setiap tahunnya. Dalam lawatan yang dilakukan oleh Presiden Filipina baru – baru ini, Indonesia dan Filipina sepakat untuk meningkatkan kerjasama bilateral, terutama dalam menumpas terorisme yang beberapa tahun belakangan ini marak terjadi di kedua negara. Dari paparan singkat diatas, dapat kita katakan bahwa pola dari hubungan kedua negara ini adalah pattern of amity.

5.      Indonesia – Myanmar

Hubungan yang terjalin diantara kedua negara sudah berlangsung cukup lama. Myanmar banyak memberi dukungan yang berarti pada Indonesia di awal – awal masa kemerdekaan, termasuk mendesak pemerintah India untuk melaksanakan Conference on Indonesian affairs di New Delhi pada tahun 1947, dan pada tahun yang sama pula memberikan izin kepada Indonesia untuk membuka Indonesian Office di Yangon. Secara resmi, hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada tahun 1951.

Pada tahun 1962, terjadi kudeta militer di negara ini yang menyebabkan pemerintahan demokratis, dan mengubah haluan ideologi negara menjadi sosialis. Semenjak saat itu, hubungan kedua negara mengalami hambatan. Kedua negara tetap menjalin hubungan, namun tidak begitu intensif. Secara umum, bisa dikatakan pola hubungan yang terbentuk adalah pattern of amity.

6.      Indonesia – Laos

Hubungan kerjasama Indonesia – Laos sudah berjalan lebih dari 50 tahun. Hubungan kedua negara sangat baik, dan dilandasi prinsip saling menghormati. Dari tahun ke tahun, pemerintahan kedua negara selalu berusaha meningkatkan kerjasama di segala bidang. Pola hubungannya adalah pattern of amity.

7.      Indonesia – Brunei Darussalam

Hubungan kedua negara telah terjalin semenjak Brunei belum resmi menjadi sebuah negara. Hubungan diplomatik antara kedua negara resmi dibuka pada 1 Januari 1984, dan sejak saat itu terus berkembang baik di segala bidang. Kedekatan kedua negara ditandai dengan saling kunjungnya pejabat masing – masing negara. Kerjasama kedua negara juga berlangsung di berbagai forum – forum internasional. Pola hubungan yang terbentuk dari kedua negara adalah pattern of amity.

8.      Indonesia – Vietnam

Hubungan kedua negara dilandaskan pada pattern of amity, karena kesamaan sejarah kemerdekaan, yaitu didapatkan melalui kolaborasi perjuangan bersenjata dan diplomasi. Hubungan diplomatik kedua negara diawali dengan pembukaan Konsulat Jenderal Indonesia, di Hanoi pada 30 Desember 1955. Kemitraan komprehensif terjalin antara kedua negara, dan volume perdagangan yang terjadi juga meningkat dari tahun ke tahun, dan sampai saat ini belum ada catatan konflik yang pernah terjadi antara kedua negara.

9.      Indonesia – Kamboja

Indonesia dan Kamboja telah menjalin kerjasama kondusif sejak lama. Indonesia banyak membantu Kamboja dalam proses kemerdekaan yang diraih pada tahun 1953. Dalam proses selanjutnya, Indonesia banyak membantu Kamboja, dalam lingkup politik dan kebudayaan. Indonesia turut membantu Kambodja dalam restorasi Candi Angkor Wat. Pola hubungan kedua negara adalah pattern of amity.

10.  Indonesia – Timor Leste

Timor Leste merupakan bekas wilayah Indonesia yang memperoleh kemerdekaan pada tahun 2002 melalui administrasi interim, setelah adanya referendum yang disponsori PBB pada tahun 1999, dimana rakyat Timor Leste menginginkan kemerdekaan. Walau mempunyai masa lalu yang traumatis, hubungan kedua negara berjalan baik, dan sampai saat ini Indonesia adalah mitra dagang terbesar Timor Leste. Indonesia juga merupakan negara yang mendukung integrasi Timor Leste dalam ASEAN. Hubungan kedua negara dapat dikatakan berpola pattern of amity. Satu – satunya masalah yang mengganjal dalam hubungan kedua negara adalah mengenai perbatasan.

Negara mana di Asia tenggara yang paling tinggi amity dan enmity nya?

Dari uraian singkat mengenai hubungan antar negara di Asia Tenggara, dapat dikatakan bahwa tingkat amity hubungan antar negara jauh lebih tinggi ketimbang tingkat enmity nya. Satu – satunya hubungan yang sampai saat sekarang ini masih dilandaskan pada pattern of enmity adalah hubungan Indonesia – Malaysia, dengan indikator masih terjadinya konflik kedua negara sampai saat sekarang ini. Secara umum, hubungan antar negara di kawasan Asia Tenggara berlangsung baik, dalam pola pattern of amity.

About Dyra Gustin

Free spirited, adventurer, child at heart
This entry was posted in learning and sharing. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pattern of Amity and Enmity in Southeast Asia

  1. nice! setuju dah gw, klo hubungan bilateral indonesia dengan negara Malaysia & Singapura cenderung pada pola ‘enmity’. tapi kalo menurut lu ndiri, negara mana yang memiliki tingkat ‘enimty’ dan ‘amity’ paling tinggi di kawasan Asia Tenggara?

    • debby109 says:

      hubungan antar negara itu kan didasari banyak hal, selain kepentingan nasional nya. faktor sejarah juga penting. kita tidak bisa mengeneralisir tingkat ‘amity’ dan ‘enmity’ hubungan antar negara di kawasan. pola yang terbentuk mungkin saja berbeda, tergantung negara yang jadi kutub dari hubungan itu.
      cuz pada bahasan ini yg jd kutubnya adalah Indonesia, maka gw bilang bahwa Indonesia adalah negara yg punya tingkat amity paling tinggi. ini didasari beberapa faktor.
      1). Indonesia menjadi salah satu perintis berdirinya ASEAN,
      2). hubungan Indonesia dengan negara – negara ASEAN lainnya bisa dibilang baik seiring bergantinya rezim pemerintahan. catatan konflik indonesia dengan negara tetangga yang merupakan warisan masa lalu hanya dengan malaysia. walaupun dengan singapura dan timor leste terdapat masa lalu yang tidak mengenakkan, namun seiring berjalannya waktu, pola hubungan antar negara bergeser ke pattern of amity.
      3). Indonesia adalah kekuatan hegemoni di kawasan, sehingga harus menjaga hubungan baik dengan negara – negara kawasan lainnya, demi mempertahankan hegemoninya.

      kalo soal negara yang punya tingkat enmity tertinggi, maaf sekali gw ga bisa kasih jawaban pasti. pola ini tergantung pada siapa yang jadi kutub dalam pemetaan hubungan antar negara di kawasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s