The International Actors in Southeast Asia


The United Nations System

Perserikatan Bangsa – Bangsa dan perangkatnya telah aktif di Asia Tenggara semenjak proses dekolonisasi. Kemerdekaan Indonesia dari Belanda difasilitasi melalui lima belas anggota Dewan Keamanan PBB, sebagai pemindahan kekuasaan dari Dutch New Guinea ke Indonesia. Dewan Keamanan juga telibat dalam proses kemerdekaan Kamboja dan Timur Timor.

PBB mempunyai Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara, dimana terdapat 5 anggota tetap dan 10 lainnya anggota tidak tetap. Pada tahun 2008, untuk pertama kalinya dua negara Asia Tenggara duduk di Dewan Kemanan, Indonesia yang terpilih tahun 2006 untuk periode 2007 – 2008, dan Vietnam yang terpilih pada tahun 2007 untuk periode 2008 – 2009.

Pada Majelis Umum, dimana kesamaan posisi kedaulatan negara ditunjukkan melalui sistem satu negara – satu suara, pola suara Asia Tenggara mirip dengan India, China, dan negara lain di Asia da Afrika. Anggota  ASEAN sepakat untuk cenderung bersuara sebagai kesatuan dalam isu – isu yang mempengaruhi wilayah atau anggotanya.

Beberapa badan – badan PBB yang beraktivitas di kawasan Asia Tenggara antara lain ECOSOC (United Nations Economic and Social Council ), yang bergerak di bidang ekonomi dan isu – isu sosial. Tugas ECOSOC di kawasan Asia Tenggara dilakukan oleh ESCAP (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pasific) dan kantor pusatnya berada di Bangkok.

Badan PBB lain seperti FAO (Food and Agriculture  Organization) dan WHO (World Healt Organization) telah terlibat jauh dalam bantuan teknis dan pengembangan ekonomi kawasan. Dua badan PBB yang aktif menangani masalah keamanan manusia di kawasan ini adalah UNHCR (United Nations High Commission for Refugees) dan UNHCHR (United Nations High Commission for Human Rights). Secretaries – General PBB sendiri bertindak sebagai agen perubahan politik di kawasan ini.

 

International Financial Institutions

Berakhirnya Perang Dunia II, dibentuklah dua lembaga keuangan internasional, yaitu International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) yang tergabung dalam World Bank Group dan International Monetary Fund (IMF). Tujuan awal dibentuknya kedua badan ini adalah untuk memajukan perbaikan ekonomi yang telah hancur karena perang, dan membangun kembali sistem ekonomi internasional. Seiring berjalannya waktu, amanat yang dipercayakan kepada mereka berkembang, termasuk pengembangan ekonomi dan stabilitas finansial di negara – negara baru merdeka, akibat dekolonisasi.

Sejak kehancuran ekonomi Asia pada 1997 – 1998, peran serta WB dan IMF lebih terlihat jelas dalam hubungan antar negara di kawasan Asia Tenggara. Bagian dari WB Group, yaitu IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) dan IDA (International Development Association) adalah sumber utama bantuan pengembangan di Asia Tenggara. Indonesia adalah klien regional terbesar.

Pada dasarnya, Bank berfokus pada pengembangan insfrastruktur, yang menjadikannya target dari aktivis lingkungan dan NGOs. Baru – baru ini, WB bergerak dalam pembangunan kapasitas, termasuk pemerintahan dan human capital. Bank bekerja berdasarkan kerjasama dengan donor nasional berkoordinasi dengan badan penasehat donor.

Tugas awal IMF adalah untuk memajukan stabilitas nilai tukar asing dan membantu dalam kesulitan neraca pembayaran. Sekarang, IMF merupakan pemain penting dalam mengatur penyelamatan finansial dari kehancuran ekonomi. Bantuan yang diberikan IMF dalam keadaan yang terkait dengan performa dan reformasi struktural langsung yang ditengarai menjadi alasan utama terrjadinya performa ekonomi yang buruk.

Intervensi IMF dalam krisis finansial tahun 1997 – 1998 mendapat reaksi yang berbeda dari negara – negara di kawasan Asia Tenggara. Thailand, dimana permasalah dimulai, menerima bantuan senilai 17.2 milliar dollar, dan berhasil mengembalikan pinjaman pada 2003, yang 2 tahun lebih awal dari jatuh tempo. Malaysia menolak program IMF, menyusun program penyelamatan sendiri, dan mengizinkan Perdana Menteri Mahattir untuk menantang “Washington Concensus”.

Indonesia, yang awalnya menolak program stabilisasi, terpaksa menerima program yang ternyata tidak hanya menstruktur ulang finansial, tapi bertujuan untuk membentuk ulang ekonomi secara keseluruhan. Ketidaksenangan atas penerimaan bantuan IMF memainkan peran dalam berakhirnya rezim Soeharto. Pada tahun 2006, Indonesia melunasi hutang pada IMF, yang lebih awal dari jatuh tempo, yaitu tahun 2010.

Asian Development Bank (ADB)

Kantor pusat ADB di Manila, didirikan pada tahun 1966 sebagai institusi peminjaman regional multilateral. Bank ini mempunyai 67 anggota, 48 berasal dari negara – negara di kawasan, dan 19 lainnya dari luar kawasan. USA dan Jepang adalah penyedia dana terbesar. Presiden Bank selalu berasal dari Jepang.

 

International Non – Governmental Organizations (INGO)

Secara garis besar, INGO bisa dibedakan dalam tiga kelompok. Pertama lembaga dan yayasan donor international, yang ditujukan bagi program – program untuk kemajuan ekonomi, sosial dan politik. Kedua, INGO yang secara fungsional khusus dan menyediakan pelayanan tertentu, acap kali di bidang kemanusiaan, untuk negara atau kawasan. Ketiga, INGO yang tergabung dalam kelompok kepentingan yang bertujuan untuk mempengaruhi kebijakan di daerah kepentingan mereka. Mereka mencoba mempengaruhi kebijakan negara – negara ekstraregional terhadap negara – negara di kawasan, sebagaimana kebijakan domestik negara – negara kawasan itu.

Mereka ada di kawasan Asia Tenggara bisa karena orientasi regional atau negara tertentu, yang sering melibatkan mereka dalam konflik dengan pemerintahan nasional yang punya persaingan kepentingan yang lebih luas. Dua hal dimana kelompok kepentingan sering kali terlibat adalah mengenai isu hak asasi manusia dan lingkungan, dimana keduanya merupakan isu yang sensitif bagi politik.

INGO tidak mengenal batasan politik yang merupakan perangkat kedaulatan negara dan bisa masuk secara fungsional melalui jaringan NGO domestik dengan sebab – sebab tertentu.

About Dyra Gustin

Free spirited, adventurer, child at heart
This entry was posted in learning and sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s