Gramsci, Historical, Materialism and International Relations


Bahasan ini mencoba melihat perbedaan antara bentuk langsung dan struktural power. Ini dihubungkan dengan konsep hegemoni, historis bloc, dan ‘perluasan’ negara. Dua tantangan dalam melakukan hal ini adalah, pertama, menggabungkan dengan lebih baik level analisis domestik daan internasional. Yang kedua, menteorikan hubungan yang saling melengkapi dan saling bertentangan antara kekuasaan negara dan kekuasaan modal kapital.

Beberapa kaum Marxist kontemporer mendapat inspirasi rasionalisme etis Antonio Gramsci. Menurut Gramsci, hegemoni merupakan konsep yang digunakan untuk menganalisa hubungan kekuatan dalam sebuah masyarakat. Tatanan hegemoni adalah persetujuan, ketimbang paksaan, terutama digolongkan pada hubungan antar kelas, dan hubungan antara negara dan masyarakat sipil.

Kekuasaan yang diputuskan oleh kelas, atau kelas yang lebih tinggi, memainkan peranan dalam negara. Ini juga melibatkan ’kepemimpinan moral dan intelektual’. Hegemoni dijalankan dalam masyarakat dan konstelasi kekuasaan yang lebih lebar, dinamakan ’historical bloc’.

Setiap ’historical bloc’ yang baru harus mempunyai tidak hanya kekuasaan dalam masyarakat sipil dan ekonomi, tapi juga membutuhkan ide persuasiv dan argumen yang dibuat untuk mempercepat jaringan dan organisasi politik.

Fokus pada teori kekuasaan, penulis berasumsi bahwa teori kekuasaan dan hegemoni digolongkan dalam normatif dan materi, keberadaan dan struktur dimensi hubungan sosial. Mereka menawarkan petunjuk untuk menanggulangi jurang pemisah antara struktur dan agen melalui perkembangan konsep mediasi seperti structural power dan hostorical bloc.

Historic blocs and regimes of accumulation

Penerapan ide Gramsci secara internasional telah melihatkan bahwa  mungkin untuk menyusun bentuk baru negara, hegemoni, dan formasi dari historical bloc dalam skala dunia.

Konsep Cox tentang struktur sosial serupa dengan apa yang disebut akumulasi rezim, sebuah rezim yang terdapat hubungan antara kelas dan intra kelas. Ini termasuk cara hidup dan susunan kekuasaan buruh, organisasi politiknya, proses buruh dan regulasi pekerjaan legal. Ini juga melibatkan bentuk regulasi menyangkut jangkauan pasar, dan kebebasan berusaha di level nasional dan global.

Terdapat dua akumulasi rezim dominan, pertama ‘extensive regime’ yang diasosiasikan dengan struktur kompetisi industri yang relatif dan sedikit bentuk produksi ‘capital – intensive’ dibanding sebelumnya. Kedua, ‘intensive regime’ yang lebih banyak muncul pada abad ke dua puluh.

Rezim pertama diasosiasikan dengan daerah intervensi negara yang cenderung sempit, dan doktrin ekonomi liberal. Demokrasi politik dan organisasi pekerja juga belum berkembang. Rezim kedua dikenal melalui modal yang lebih intensif, sistem produksi massa, dan kenaikan upah bertahap. Selain itu juga diasosiasikan dengan penyebaran pertumbuhan serikat dagang, partai politik sayap kiri, perencanaan kerjasama, dan konsolidasi negara maju.

Elemen kunci internasional yang secara unik menghasilkan pertumbuhan ekonomi cepat melalui industri kapitalis dunia adalah, pertama konstruksi ekonomi, politik, dan keamanan yang bersifat US – sentris bagi negara non komunis. Kedua, kemampuan US untuk menjaga pertumbuhan dalam jumlah global melalui keseimbang defisit pembayaran, terutama yang dihasilkan oleh belanja militer luar negeri yang besar. Elemen ketiga adalah substansi kongruen ide, institusi dan kebijakan antara pemimpin negara kapitalis, dalam sistem ‘embedded liberalism’. Elemen keempat adalah suplai bahan mentah yang murah dan banyak, khususnya minyak.

International historical bloc yang barau berpusat di USA. Blok mencakup kepentingan finansial Wall Street yang mencari kesempatan investasi lebih besar diluar negeri dan peran internasional dollar yang lebih komprehensif. Yang perlu ditekankan adalah konsep international historical bloc berarti lebih banyak dari aliansi kepentingan kapitalis yang melintasi batas – batas negara.

States, markets and the power of capital

Pasar dan negara telah mendahului industri kapitalisme. Normalnya pasar membutuhkan beberapa bentuk organisasi politik dan perlindungan, yang biasanya disediakan oleh pasar. Kebutuhan ini menimbulkan sebuah kepentingan tambahan untuk fasilitas dan regulasi pasar.

Dorongan bagi modal untuk menghindari kontrol, lebih besar jika regulasi nasional berubah – ubah. Modal mencari kondisi paling menguntungkan untuk investasi, negara bersaing untuk menarik aliran modal dan investasi langsung. Yang paling menentukan adalah proses progresif mengurangi hambatan pergerakan internasional modal finansial, membentuk pasar global kapital yang lebih terintegrasi.

Disana terdapat susunan hubungan dialektikal antara sifat dan cakupan pasar, dan bentuk regulasi negara. Dialektikal mengikutsertakan dimensi domestik dan internasional aktivitas negara. Sehingga, modal sebagai hubungan sosial, bergantung pada kekuasaan negara untuk menetapkan, membentuk dan menjadi bagian dari akumulasi rezim.

Perluasan cakupan pasar, berkonstribusi pada peningkatan struktural power dalam mobilitas modal internasional. Negara juga menciptakan kemungkinan pembatasan beberapa kekuasaan struktural.

Bisnis mempunyai kemampuan khusus untuk mempengaruhi pemerintahan. Dalam industri oligopoli, perusahaan besar memiliki market power terhadap harga, dan mungkin upah. Marxist menghubungkan bisnis dengan modal sebagai kelas. Kekuasaan modal secara umum harus dipisahkan dari kekuasaan dan pengaruh, khususnya fraksi modal.

Secara umum, power kapital bersandar pada derajat divisi yang eksis antara fraksi modal. Kooperasi antara kapitalis dibawah perbedaan fraksi sulit, bahkan nyaris tidak mungkin diraih. Konsep power yang digunakan adalah behavioral.

Aspek struktural ini dihubungkan denngan dimensi material dan normatif masyarakat.. ini mungkin saling menguatkan atau tidak. Prioritas tinggi yang konsisten diberikan pada pertumbuhan ekonomi, dibanding tujuan lain. Pemerintahan harus fokus pada pengembangan perkiraan ’iklim bisnis’ atau investasi lain yang mungkin tertunda dan resesi yang mungkin timbul. Sebagai asumsi, terdapat pasar untuk modal, berusaha dan menciptakan sesuatu yang baru, dan ketersedian ini akan dikurangi oleh pajak yang lebih tinggi.

Terdapat temuan yang berlawanan antara kemampuan modal dan pekerja untuk membentuk kebijakan jangka panjang dibawah kondisi kapitalis. Kekuatan ini terutama bekerja melalui mekanisme pasar dalam ekonomi kapital.

Seperti inflasi akan menyebabkan ’iklim investasi’ lebih memburuk. Modal mungkin punya kemampuan untuk mendisiplinkan negara secara tak langsung. Kekuatan tak langsung ini mungkin didukung langsung oleh penggunaan kekuasaan. Kekuasaan ini memaksa peserta dalam pasar, termasuk pemerintahan saat mereka butuh untuk meningkatkan belanja. Ide tentang kepemilikan pribadi dan akumulasi adalah sesuatu yang sakral. Tanpa sektor swasta, pertumbuhan akan terancam. Tujuan telah meyakinkan pemilih bahwa tidak ada alternatif terhadap Thatcherism. Bentuk hegemoni Gramscian mendukung modal dibentuk ulang.

The behavioural power of capital: the global dimension

Analisis global terhadap kekuasaan modal diperlukan. Bentuk behavioural kekuasaan membedakan antara otoritas (dihubungkan dengan pemerintahan) dan pasar (dihubungkan dengan pengusaha swasta) di level nasional. Perusahaan transnasional mendesak otoritas melintasi batas negara ketika mengalokasikan sumberdaya secara internasional.

Bahkan, jika hanya ada sedikit perusahaan, lebih menyerupai persekongkolan oligopoli, menghasilkan pola yang serupa dari kebiasaan beberapa bagian perusahaan. Kekuasaan pasar perusahaan oligopoli dalam beberapa industri bekerja pada level internasional.

Perusahaan transnasional melobi pemerintahan di negara mereka dalam rangka meraih kebijakan yang sesuai untuk operasi mereka di luar negeri. Pola internasional interaksi elit, dan kebijakan yang mereka hasilkan, tidaklah melalui riset dan pemahaman. Catatan penting adalah, ada elemen perspektif yang lazim, yang memotong semua forum institusi.

Penekanan, tentunya dengan memperhatikan kebijakan ekonomi telah berubah mengikuti defenisi pertanyaan dan konsep yang lebih kongruen dengan kepentingan skala besar modal transnasional.

Proses interaksi elit dan pembangunan jaringan membantu pembentukan agenda kebijakan negara yang mempengaruhi operasi modal transnasional. Beberapa elemen yang disebutkan diatas bersama – sama memproduksi kelas modal transnasional, atau fraksi kelas, dengan bentuk khusus dari ’strategi’ kesadaran kelas. Kesadaran ini menyertakan horizon jangka panjang, dan mempertimbangkan semua kondisi umum dibawah operasi modal transnasional.

The structural power of capital: the global dimension

Modal bergerak secara internasional, terutama antara kapitalis ekonomi besar, dimana ‘iklim investasi’ disuatu negara akan dinilai berdasarkan bisnis dengan referensi pada iklim yang berlaku ditempat lain.

Pada level internasional, tawaran kekuasaan perusahaan transnasional akan dikurangi, jika kebanyakan pemerintahan nasional mampu untuk menyelaraskan regulasi mereka dan finansial konsensus. Modal finansial bisa bereaksi terhadap kebijakan pemerintah.

Kekuatan sosial membuat hegemoni, berdasarkan kebebasan berusaha dan keterbukaan pasar. Modal transnasional tidak sepenuhnya tergantung pada kondisi bisnis di suatu negara. Negara yang relatif lemah, atau secara poliyik dikontrol oleh gerakan buruh, dimana yang lainnya sama, cenderung menarik investasi dengan biaya dari negara kuat, bebas dari gerakan buruh.

Poin umumnya adalah, bukan modal yang menghilang, tapi itu akan pindah ke negara lain, lebih sering kedalam inti kapitalis. Kunci kontras dalam level internasional adalah mobilisasi relatif kapital, dan keadaan tak bergerak pekerja di hampir semua aktivitas sektor.

Tenaga kerja yang memiliki keterampilan penting untuk kekuatan ekonomi dari negara dan transnasional. Penggabungan tenaga kerja ini penting untuk meraih historis bloc transnasional, untuk membentuk hegemoni transnasional kapital.

Pemerintahan mencari perbadaan kelakuan dari perserikatan menuju ‘new realism’. Terdapat empat alasan utama, pertama banyak servis tambahan, karena sifatnya yang tak tahan lama dan tak terukur. Yang kedua, tingkat kemampuan menyebar dari negara asal dan yang mewakili perpindahan kecakapan dan teknologi. Ketiga, transnasional membangun jaringan afiliasi dengan cepat. Terakhir, aktivitas – aktivitas ini muncul untuk menawarkan pertumbuhan kesempatan kerja masa depan.

About Dyra Gustin

Free spirited, adventurer, child at heart
This entry was posted in learning and sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s