Constructivism: A User’s Manual


Konstruktivisme adalah cara mempelajari hubungan sosial, sebagai sebuah konsep dan proposisi. Konstruktivis bukanlah teori seperti teori pada umumnya. Konstruktivis tidak menawarkan penjelasan general. Konstruktivis mempermudah untuk menteorikan tentang sesuatu yang kelihatannya tidak berhubungan karena konsep dan proposisi biasanya digunakan untuk membicarakan sesuatu yang biasanya juga tidak berhubungan.

Konstruktivis diaplikasikan pada semua bidang kajian sosial. Saat konstruktivis digunakan secara sistematis, terdapat efek yang berlawanan. Konstruktivis menemukan nilai pada berbagai materi dan mengaburkan hubungan yang terlihat tidak mungkin. Hubungan Internasional adalah bidang dimana konsep dan proposisi ini untuk pertama kali diterapkan.

Proposisi fundamental konstruktivis adalah proposisi bahwa manusia adalah sosial dan kita tidak bisa menjadi manusia tanpa hubungan sosial. Dengan kata lain, hubungan sosial membuat atau membangun orang menjadi dirinya. Kita membuat dunia seperti ini, dengan bertindak dan berbicara dengan sesama.

Negara adalah konstruksi sosial, atau masyarakat, yang dibuat oleh manusia. Hubungan antar negara – negara membentuk dunia seperti sekarang ini. Konstruktivisme mendorong individu mempengaruhi masyarakat, dan masyarakat mempengaruhi individu. Ini merupakan proses dua arah, karena individu dan masyarakat selalu saling membangun satu sama lain. aturan sosial terbentuk dari proses dimana terdapat masyarakat dan individu secara berkelanjutan dan seimbang.

Aturan memberitahu manusia apa yang seharusnya dilakukan. Segala cara yang dilakukan manusia terhadap peraturan dinamakan tindakan. Aturan memberitahu kita siapa yang berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Konstruktivis menyebut mereka agen. Tidak seorang pun menjadi agen untuk semua keadaan.

Aturan membuat kita mungkin bertindak untuk kepentingan konstruksi sosial. Aturan memberi agen pilihan. Hanya manusialah yang bisa membuat pilihan. Kita selalu membuat membuat pilihan untuk kepentingan konstruksi sosial.

Agen bergerak dalam masyarakat demi mencapai sebuah tujuan, yang mencerminkan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Setiap masyarakat/kelompok mempunyai aturan.

Ketika kita bergerak sebagai agen, kita mempunyai tujuan. Agen juga mempunyai keterbatasan, ketidak akuratan, juga informasi yang salah mengenai materi dan kondisi sosial yang berpengaruh dalam mencapai tujuan. Berbuat untuk mencapai tujuan adalah kelakuan yang rasional

Aturan membantu agen untuk mendefenisikan situasi dari berbagai sudut pandang agen. Aturan bertanggung jawab langsung dalam menyediakan pilihan untuk agen. Aturan terkait dengan tindakan agen. Aturan dengan kaitan tindakan sering kali membentuk kestabilan yang disebut sebagai institusi. Institusi menghasilkan konsekuensi untuk agen lain yang tidak bisa mereka tolong, tapi peduli dan memberikan tanggapan.

Dalam dunia yang kompleks, agen sering kali membuat pilihan yang mengandung konsekuensi bagi diri mereka, dan orang lain yang tidak mereka perkirakan sebelumnya. Hal ini dikenal dengan istilah unintended consequences yang secara berulang akan membentuk kondisi yang stabil disertai respek terhadap pengaruh mereka terhadap agen.

Setiap bentuk stabil dari aturan, institusi, dan unintended consequences memberi masyarakat struktur. Agen selalu bertindak sebagai observer. Jika agen memutuskan bahwa konsekuensi tindakan merugikan mereka, maka agen akan bertindak untuk mengubahnya. Observer luar bisa melihat bentuk yang tak bisa dilihat oleh yang berada di dalam, karena mereka terlalu dekat dengan sistem.

Istilah struktur cukup membingungkan, karena tidak ada kesepakatan diantara sarjana apakah struktur itu nyata atau hanya dalam pikiran mereka. Struktur adalah apa yang dilihat oleh pengamat. Struktur bisa mempengaruhi agen. Kita sering dipengaruhi oleh fenomena alam dan sosial yang tidak bisa kita lihat. Saat mereka melakukan ini, maka mereka melembagakan struktur dengan membawa aturan untuk menangani situasi yang mereka hadapi.

Para sarjana cenderung berpikir bahwa struktur hubungan internasional tidak dilembagakan dalam tingkat yang besar. Negara dilembagakan sebagai state. Dengan mengatakan bahwa hubungan internasional anarky, para sarjana tidak mengatakan bahwa terdapat kekosongan aturan, karena akan mengakibatkan kondisi kacau, dan bukan anarki. Struktur, terutama bentuk unintended concequences yang stabil menjadi pengatur harian.

Anarki adalah keadaan aturan dimana aturan tidak bertanggung jawab secara langsung terhadap tingkah laku agen. Ada aturan yang melatarbelakangi. Jika unintended consequences terlihat sebagai aturan, itu karena beberapa agen memang dimaksudkan demikian. Agen membuat susunan. Anarki hanyalah satu kemungkinan.

Social arragement adalah pilihan yang lebih baik. Anarki internasional adalah sebuah perencanaan sosial dalam skala besar. Dalam setiap masyarakat, aturan membentuk kondisi dari aturan itu. Aturan membuat aturan sebagai suatu kondisi yang tak bisa dihindari oleh para agen.

Rules Make Agents, Agents Make Rules

Seperangkat aturan membuat agen keluar dari individualisme dengan memberi mereka kesempatan bertindak untuk dunia. Agen membuat materi dunia sebagai sebuah realita sosial bagi diri mereka sebagai manusia. Agen bertindak untuk tujuan manusia, mereka mempunyai cita – cita yang mencerminkan kebutuhan dan keinginan manusia.

Agen menggunakan semua sarana untuk mencapai tujuan mereka. Aturan juga menyusun agen dan konstitusi sebagai sumber, bentuk yang dapat dikenal yang menghasilkan bentuk kepentingan agen.

Agensi selalu memiliki batas. Banyak batas mempunyai komponen material. Aturan memberi agen lain kesempatan untuk menciptakan batasan bagi agen lain. Agen selalu dibatasi oleh aturan yang memberi kesempatan agen lain bertindak. Aturan mengizinkan agen lain, individual dan kelompok, untuk bertindak lebih jauh dari batasan mereka.

Saat sejumlah besar orang bertindak sebagai agen, ketika ada agen yang bertindak untuk mereka, saat mereka punya identitas yang terukur, dan ketika mereka bebas bergerak dengan batasan yang lebar, orang – orang ini membentuk negara. Kedaulatan diartikan sebagai kemerdekaan absolute dan menjelaskan negara sebagai negara bentuk kedaulatan. sebagai seorang konstruktivis, kemerdekaan penuh adalah fiksi yang berguna, dan kedaulatan adalah derajat keadaan.

Kebebasan yang dipunya agen bergantung pada kemampuan untuk mengenali materi dan batasan sosial yang diterapkan pada mereka. Agen menggunakan kebebasan mereka dengan memilih tindakan yang akan dilakukan. Tidak memilih adalah sebuah pilihan. Mereka membuat pilihan dalam mengejar kepentingan mereka.

Agen bisa memilih untuk mengikuti atau melanggar aturan. Pilihan untuk mengikuti dan melanggar aturan diikuti konsekuensi yang mudah dikalkulasikan. Unintended consequences selalu mungkin, aturan memberi agen kesempatan untuk membuat keputusan rasional. Setiap agen bisa memformulasikan isi dari peraturan dalam bentuk aturan. Poinnya adalah dengan cara mengambil alih, menyelesaikan sesuatu dengan meminta bantuan orang lain.

Tindakan bicara untuk membuat seseorang bertindak disebut speech act. Speech act ini dibedakan dalam tiga kategori, yaitu assertive speech acts, directive speech acts, dan commission speech acts. Speech act khusus tidak mempengaruhi masa depan.

Aturan dalam bentuk assertive speech sangat spesifik. Agen selalu tau apa yang harus mereka lakukan karena aturan memberi tau mereka sesuatu yang berguna tentang hubungan mereka dengan dunia. Directive speech bertindak dapat dikenal sebagai imperative. Directive rule sering menyediakan informasi tentang konsekuensi dari sikap acuh mereka. Membantu agen rasional membuat pilihan yang bena dalam memutuskan apakah mereka akan mengikuti aturan atau tidak. Commisive speech act mengandung janji. Bentuk ini memberi bentuk aturan ketika pendengar, sebagai pembicara merespon janji mereka sendiri. Agen umumnya mengenal aturan ini pada efek mereka. Efek ini punya hak dan kewajiban yang agen tau mereka punya respek terhadap agen lain.

Rules Form Institutions, Institution Form Societies

Aturan terkait satu sama lain dalam isinya sebagai fungsi. Agen bisa dengan mudah mengidentifikasi cara – cara peraturan menguatkan satu sama lain melalui apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka bicarakan. Aturan dan perbuatan terkait, dalam prakteknya hampir tidak mungkin dipisahkan, karena agen merespon aturan setiap saat. Mereka punya efek pada aturan dan tempat mereka dalam aturan keluarga.

Aturan dan norma dibedakan dari tingkat formalitas mereka. Norma menjadi cukup informal karena pengamat tidak selalu yakin ada aturan sampai mereka melihat bagaimana respon agen lain.

Rezim internasional terdiri dari prinsip – prinsip, aturan, norma – norma dan prosedur. Rezim internasional berbeda dalam ukuran. Rezim dibedakan dalam tingkatan dimana mereka mempunyai aturan yang menguatkan aturan lain. institusi juga dibedakan dengan cara yang sama.

Beberapa institusi sederhana terdiri dari sejumlah aturan yang isinya membuat mereka menjadi keluarga. Perjanjian memberi sekutu hak dan kewajiban. Dalam konteks hubungan internasional, lingkungan pengaruh juga dibentuk oleh directive – rules informal.

Rezim internasional susah dilihat karena aturan yang menghubungkan institusi cenderung membuat mereka menjadi informal. Aturan formal membuat segalanya jadi lebih jelas, dan agen tidak butuh berdiri dibelakang. Agen merespon aturan dengan sebuah tujuan, yaitu institusi melayani kepentingan mereka.

Masyarakat adalah institusi kompleks dengan banyak institusi terkait yang bisa ditemukan. Dalam masyarakat internasional, negara berfungsi sebagai agen utama dengan menjalin hubungan dengan yang lain.

Rules Yield Rule

Kita tidak akan pernah menemukan aturan berdiri sendiri. Umumnya, agen memilih untuk mengikuti aturan. Pola pilihan agen punya konsekuensi general, yaitu mempengaruhi distribusi materi dan keuntungan sosial diantara para agen.

Agen yang meraih keuntungan paling banyak dari aturan yang diterapkan, paling cenderung untuk mengikuti aturan. Konsekuensi generalnya, pelanggaran aturan seperti akan menghilangkan keuntungan agen lain.

Agen yang mendapat pengaruh negatif dari pelanggaran aturan juga memiliki pilihan. Agen yang tidak diuntungkan dari mengikuti aturan bisa memilih untuk menggunakan semua sember untuk mengubah aturan itu. Lebih jelasnya, aturan mengatakan apa yang mereka katakan, dan institusi berubah perlahan, karena agen membuat pilihan rasional dalam keadaan yang selalu memberi keuntungan pada agen lain.

Konsensi general dari respon agen terhadap aturan dengan segala sumber yang tersedia untuk mereka adalah beberapa agen menggunakan kontrol yang lebih besar dari isi dari aturan itu, dan melewati sukses mereka di keadaan yang selalu memberi keuntungan untuk beberapa agen. Dalam kata lain, aturan membuat aturan. Aturan membuat aturan tak bisa dihindari. Aturan adalah sesuatu yang dilakukan agen, dan untuk agen yang lain, mereka melakukannya dengan mengukuti aturan. Aturan adalah sesuatu yang terjadi pada agen saat mereka mengikuti aturan atau saat mereka menanggung konsekuesnsi karena tidak mengikuti aturan.

About Dyra Gustin

Free spirited, adventurer, child at heart
This entry was posted in learning and sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s