Classsical Realism


Community, Order, and Stability

Kebanyakan realist, punya jawaban langsung untuk masalah pemerintahan: efektifnya pemerintahan pusat. Pemerintahan yang mempertahankan perbatasan, menjalankan hukum, dan melindungi warag negara membuat politik domestik lebih aman dan sifatnya berbeda dengan politik internasional. Area internasional berbicara tentang anarki, dan help-self system. Kemampuan bertahan tergantung dari kesanggupan peralatan negara dan dan sekutunya dengan negara lain.

Pemahaman Morgenthau akan hubungan antara politik domestik dan internasional berkaca dari Tucydides. Dalam essainya Politics among Nations, dia memperkenalkan perbedaan yang tajam antara politik domestik dan internasional, yang diterangkannya secara sistematis. Dia berkeras bahwa semua politik adalah perebutan kekuasaan, yang tidak terpisahkan dari kerhidupan sosial. Meskipun begitu, karakteristik hubungan internasional menunjukkan variasi yang luar biasa dilihat dari sejarah. Morgenthau mengakui hal yang sama di politik domestik.

Balance of Power

Para realist kontemporer, menganggap kekuatan militer dan sekutu adalah pondasi keamanan. Thucydides, para realist klasik secara umum, mengatakan bahwa kekuatan militer dan sekutu seperti dua mata pedang; sebagai pemancing dan pencegah perang.

Buku pertama Thucydides ‘History of the Peloponnesian Wars’ tentang usaha Athena untuk mendapatkan keuntungan keseimbangan kekuatan, sebagai alat penyebab perang. Dalam teksnya, Thucydides memberikan sebuah contoh dari persekutuan menghalangi perang, dengan keseimbangan kekuatan yang seharusnya mereka miliki.

Bagi Morgenthau, kesamaan kekuatan yang membawa keseimbangan kekuatan, adalah fenomena sosial yang ditemukan di semua level interaksi sosial.  Individu, kelompok, dan negara, tidak dapat dihindarkan bergabung untuk melindungi diri dari predator. Pada level internasional, keseimbangan kekuatan bertentangan dengan pengertian perdamaian.

Bagi Morgenthau, berhasilnya keseimbangan kekuatan untuk dua abad yang lebih baik, tidak sebanyak sebuah fungsi dari pembagian kemampuan, dan adanya kekuatan komunitas internasional yang dibangun bersama, adalah aktor yang paling penting dari sebuah sistem. Saat komunitas terpecah, kekuatan berimbang tidak lagi berfungsi untuk menjaga keamanan atau kelanjutan anggota dari sistem.

Thucydides dan Morgenthau memahami politik sebagai pertarungan untuk kekuasaan dan keuntungan sepihak. Perbedaan dantara pilitik domestik dan politik luar negri adalah perbedaan derajat, bukan jenis. Kemampuan militer dan sekutu diperlukan dalam usaha perlindungan dari ketidakpastian dunia hubungan internasional, tapi tidak bisa diharapkan untuk menjaga keamanan atau aktor independen.

Interest and Justice

Para realis kontemporer mendefenisikan kepentingan sebagai syarat kekuasaan. Banyak realis kontemporer yang mempercayai keunggulan kepentingan diri melewati prinsip moral, dan menganggap pertimbangan keadilan tidaklah tepat, jika tidak membahayakan pondasi yang merupakan dasar dari kebijakan luar negri. Yang terbaik, seruan akan keadilan bisa berguna untuk membenarkan atau melindung alasan kebijakan dari lebih banyak kepentingan konkrit. Para realis klasik menganggap kemampuan sebagai satu – satunya sumber kekuasaan dan tidak menyamakan kekuasaan dengan pengaruh. Bagi mereka, pengaruh adalah hubungan psikologi dan, seperti semua hubungan, berdasarkan keeratan yang melebihi kepentingan sesaat. Keadilan mengambil bagian dalam keadaan ini karena merupakan dasar dari hubungan dan pengertian atas komunitas dimana pada akhirnya bergantung pada pengaruh dan keamanan.

Pada tingkat awal, Thucydides mengatakan sejarah menggambarkan ketegangan antara kepentingan dan keadilan dan bagaimana itu menjadi lebih tajam dalam respon akan desakan perang’. Ini juga menyatakan bagaimana kepentingan dan keadilan tidak terpisahkan dan saling menyokong pada tingkat yang lebih lanjut. Keadilan, atau setidaknya percaya akan keadilan adalah pondasi bagi komunitas.

Pengertian kepentingan diluar bahasa keadalin adalah tidak logis dan merusak diri. Laporan Thucydides tentang politik domestik dan kebijakan luar negeri Athena, mengindikasikan kepercayaannya bahwa pemaksaan kekerasan tidaklah efisien, dan pada akhirnya mengalah adalah dasar dari pengaruh.

Konsep dari pengertian kepentingan sebagai syarat kekuasan menempatkan secara terpisah politik sebagai kemampuan untuk mengatur sendiri lingkungan tindakan’ dan pada gilirannya membuat teori politik sesuatu yang mungkin. Morgenthau menjatuhkan rumusan ini untuk lebih mengembangkan pengertian hubungan diantara kepentingan dan kekuasaan.

Perbedaan antara teori dan prakteknya, terlihat jelas dengan sama dalam konsep kekuasaan Morgenthau. Kesuksesan penggunaan kekuasaan memerlukan pemahaman dari orang yang berpengalaman akan tujuan, kekuatan, dan kelemahan sekutu, musuh, dan pihak ketiga. Tapi, diatas semuanya, memerlukan kepekaan psikologi untuk kepentingan yang lain akan penghargaan diri.

Untuk para realis klasik, keadilan penting untuk dua hal berbeda, tapi disatukan oleh sebuah alasan. Ini adalah kunci untuk mempengaruhi karena ini menentukan bagaimana seseorang memahami dan merespon.

Pembuktian komitmen akan keadilan bisa menciptakan dan memelihara komunitas yang membolehkan para aktor menerjemahkan kekuasaan menjadi pengaruh dalam cara – cara yang efisien. Keadilan menyediakan konsep perancah dimana para aktor bisa menggagas kepentingan secara cerdas. Diatas semuanya, sebuah komitmen untuk keadilan, adalah sumber kekuatan untuk mengendalian diri, dan pengendalian diperlukan dalam mengukur kekuatan seseorang.

Change and Modernization

Bagi para realis klasik transformasi adalah sebuah konsep yang lebih luas, dan terhubung dengan proses modernisasi. Ini menimbulkan pergeseran dalam pengenalan dan wacana, serta mengubah konsep keamanan.

Pemahaman Morgenthau tentang modernisasi bukanlah tidak sama. Ini membawa pada alasan kesalahan menempatkan kepercayaan dan meruntuhkan nilai dan norma yang telah mengendalikan tindakan individu dan negara. Morgenthau mengakui identitas kelompok jauh dari ketidakikutsertaan peruntungan. Orang – orang dizinkan untuk memenuhi potensi mereka sebagai manusia, hal ini beresiko menjadikan mereka ‘orang sosial’.

Restoring Order

Thucydides dan Morgenthau menulis tentang akibat perang yang bersifat merusak yang menghancurkan komunitas dan adat yang telah menopang ketentraman di rumah dan di luar. Mereka mencari beberapa kombinasi yang bisa memberi keuntungan dari modernitas saat membatasi potensi kerusakan.

Thucydides ingin pembacanya untuk mengakui kebutuhan akan tiruan perintah yang akan menggabungkan yang terbaik dari yang baru dan yang lama, dan sebisa mungkin menghindari kesulitan masing – masing. Yang terbaik dari yang baru adalah persamaan semangat, dan kesempatan yang ditawarkan kepada semua rakyat untuk menjalankan polis mereka. Yang terbaik dari yang lama adalah penekanan dalam keunggulan dan kebaikan, yang menganjurkan member elit agar menekan nafsu mereka  untuk kekayaan dan kekuasaan, dan bahkan insting mereka untuk bertahan, dalam pencarian keberanian, pendangan yang baik, dan layanan publik.

Sejarah Thucydides diperuntukan untuk mendidik yang kaya dan berkuasa untuk mengutuk aksi tiran dalam level individu dan negara, dan keuntungan praktis, kebutuhan yang sungguh – sungguh, memelihara penampilan, jika bukan hakekat, model yang terdahulu pertukaran dalam arena politik.

Untuk Morgenthau, ketiadaan kehendak asing dalam kekuasan negara adalah pengertian dari karakteristik politik internasional di abad pertengahan.

Realisme dalam konteks perang dingin adalah permohonan untuk para negarawan, agar mengakui kebutuhan untuk hidup berdampingan di dunia yang menentang kepentingan dan konflik.

Thucydides dan Morgenthau terus berjuang dengan tahapan modernisasi dan masyarakatnya, politik dan konsekuensi militer. Manusia tidak pernah terhalang oleh kebudayaan dan kebiasaan mereka, tetapi dengan konstan memperbarui, mengubah dan menciptakannya.

Tantangan terbesar dari semuanya adalah untuk menggagas peraturan baru melalui keinginan perwakilan representatif peraturan lama dalam kerjasama dengan wakil penguasa baru.

About Dyra Gustin

Free spirited, adventurer, child at heart
This entry was posted in learning and sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s